PERBAKINSULUT – Purnawirawan Polri dengan pangkat
Komisaris Jenderal (Komjen) Setyo Wasisto, menuturkan, menembak adalah olahraga
untuk mengalahkan diri sendiri.
“Sama halnya dengan
golf, butuh kesabaran dan emosi yang stabil ketika melakukan olahraga ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Bahkan menurut Penasihat
Ahli Menteri Perindustrian
ini,
Olahraga menembak berfungsi melatih konsentrasi dan pengendalian diri.
"Kalau
lagi emosi, kita nembaknya pasti jelek," sebutnya.
Setyo
sendiri terdorong menggeluti
olahraga menembak, jauh sebelum
dia menjadi seorang polisi.
Mantan Kepala Divisi
Humas Mabes Polri ini mengisahkan,
sejak
kecil dia sudah bergelut di dunia tembak menembak. Dia mengatakan, saat kelas 5 SD sudah
menjadi anggota Persatuan Menembak
Indonesia (Perbakin) di Semarang.
"Kelas
5 SD sudah ikut pertandingan, di
tahun
1972. Latihan dulu di rumah. Saya kelas 3-4 SD sudah megang senjata
angin," kenang Setyo.
Lulusan
Akpol 1984 yang berpengalaman di bidang intelijen ini mengaku jatuh cinta dengan
olahraga menembak,
lantaran sering melihat sang
ayah
yang adalah mantan
seorang tentara pelajar di Semarang, Marwoso Soerosewoko berlatih menembak dan
berburu.
"Dulu
saya sering diajak berburu tupai ke kebun. Sekarang sudah tidak boleh berburu
tupai," bebernya.
Setyo
terkenang sebuah peristiwa ketika dia melanggar perkataan orang tuanya untuk
tidak menembak burung perkutut. Dua kali melanggar, alhasil per dari senapan
angin yang dipakai selalu patah dan menjadi beberapa bagian.
"Kejadian
sampai 2 kali melanggar tembak burung perkutut. Saya nggak ngerti apa
hubungannya tapi setiap melanggar patah terus," ucapnya sambil tertawa
kecil.
Kini
dirinya tak lagi memakai senapan angin. Setiap kali olahraga menembak, Setyo
menggunakan pistol merk STI kaliber 9 milimeter yang dibelinya seharga Rp40
juta pada 2008 silam. Setidaknya dia mengoleksi sekitar 9 buah senjata api yang
disimpan di gudang Perbakin.
"Tapi
itu mulai dikurangi karena sudah pensiun (dari polisi)," imbuhnya.
Sementara
itu, Setyo yang juga Ketua Umum Perbakin DKI Jakarta ini mengakui saat ini
banyak kaum milenial yang menggeluti hobi menembak, karena menembak adalah olahraga
yang aman sepanjang mengikuti aturan.
"Orang
tua yang ingin anaknya jadi atlet menembak, tidak perlu khawatir sepanjang
aturan diikuti secara disiplin," kata Setyo.
Dia juga menambahkan, menembak
merupakan cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai event olahraga
nasional maupun internasional.
(MichaelCilo/bsc)
0 Komentar
Tulis Komentar