PERBAKINSULUT – Berburu memiliki dua jenis aturan, baik yang tertulis ataupun tidak tertulis. Ini merupakan kode etik atau kode kehormatan yang harus melekat pada diri seorang pemburu.
Pemburu
etis memperlakukan olahraga berburu dengan hormat, baik sebelum melakukan tembakan, bahkan setelah melakukan tembakan.
Dalam
berburu, mematuhi undang-undang saja tidaklah cukup. Etika dalam berburu dan seorang pemburu
pria atau wanita yang memiliki izin berburu menjadi lagu wajib. Jika tidak, seorang pemburu akan
miskin terhadap ketaatan hukum berburu dan masih menjadi olahragawan yang tidak tahu aturan.
Tidak
ada yang ilegal menembak binatang (apapun jenisnya) di hunting range di negara
manapun, baik dengan cara berjalan atau menembak pada jarak lebih dari 600 meter jauhnya
(dengan senapan), bahkan menembak
burung terbang pada ketinggian lebih dari 100 meter, atau menembak dengan panah
pada hewan yang berada di luar jangkauan tembak efektifnya.
Namun
pemburu yang memiliki etika,
mengetahui batas peralatannya, kemampuan menembaknya, dan selalu mencoba untuk
sekali bidik (Clean Shot).
Pemburu
beretika akan sangat berhati-hati dalam melepaskan tembakannya, karena jika
tidak tepat pada sasaran yang mematikan, hanya akan menyakiti binatang
buruannya.
Selain
itu, pemburu beretika mematuhi semua hukum ketika melakukan olahraga berburu.
Tidak
semua olahragawan menembak memiliki keterampilan berburu yang baik. Maka itu,
jika ia belum memiliki kemampuan menembak yang baik, dia akan bekerja keras
untuk mempelajari dan mempraktekkannya dengan tekun.
Dengan
terus mempelajari teknik berburu yang baik dan benar, maka dia akan memiliki rasa
hormat terhadap buruan mereka. Dia juga akan berburu hanya dengan cara yang
adil, tidak menyakiti target buruannya.
Bagi
seorang pemburu yang memegang etika, dia tidak mungkin melawan hukum untuk
menembak burung yang sedang berada di tanah atau bebek berenang di air atau
kelinci yang tengah bersembunyi. Pemburu yang paham etika
berburu, tidak akan pernah melakukan itu.
Itulah
sebabnya, pemburu burung yang etis, mereka juga mampu menjaga tata cara jika
menggunakan anjing terlatih.
Anjing
terlatih ini digunakan tidak hanya untuk menemukan burung-burung yang sudah
terbidik, tetapi juga untuk memulihkan burung-burung ketika mereka jatuh. Dan,
ini hanya bisa dilakukan oleh anjing-anjing yang terlatih, khusus untuk
berburu.
Pemburu
yang etis tidak pernah mengambil lebih dari batas legal permainan. Dengan
demikian, seorang pemburu tidak akan secara serampangan dalam menggunakan
senjata dalam berburu. Atau, seorang pemburu tidak akan melampau batas waktu
izin penggunaan senjata berburu.
BERBAGI SETIAP KESEMPATAN
Ada
dua tipe orang di dunia ini, pemberi dan penerima. Pemburu etis adalah seorang
pemberi. Artinya, dia akan banyak berbagi ilmu dan kesempatan dengan sesama
pemburu lainnya. Dia tidak mau serakah dalam berburu. Saat berburu, ia akan
memberikan peluang bagi temannya untuk menembak target buruan.
Intinya,
ia mau berbagi kesenangan dengan sesama pemburu. Pemburu etis juga bersedia
meluangkan waktu untuk memperkenalkan kepada anak muda untuk menikmati
pengalaman berburu (regenerasi berburu).
Sementara
untuk pemburu tidak etis, dia tidak pernah memberikan atau berbagi ilmu dan
kesempatan kepada siapapun, bahkan dia enggan istirahat selama berburu.
Mereka
adalah orang-orang yang membual tentang keberhasilan mereka ketika berhasil
menembak target buruan atau membuat alasan ketika tidak berhasil.
Mereka
akan berburu seolah target buruan itu milik pribadi dan tidak menunjukkan rasa
hormat terhadap medan perburuan yang mereka jamah.
Dan
yang lebih penting lagi, seorang pemburu yang etis juga akan memahami dan
menjaga betul konservasi atau keseimbangan alam. Jika ada kerumuman target
buruan di depan mata, ia tahu betul
satwa mana yang pantas untuk ditembak dan mana yang taidak. Dia tidak akan
menembak satwa yang masih kecil atau satwa betina yang sedang bunting.
Sebaliknya,
pemburu yang tak memiliki etika, ia akan menembak sesuka hati, apa saja target
buruan yang ada di depan mata. Perilaku inilah yang kemudian memicu reaksi
sentimen dari kalangan yang tak suka
dengan kegiatan berburu.
Jadi,
jika anda seorang pemburu,
termasuk yang manakah anda…?
(MichaelCilo/Jbc)
0 Komentar
Tulis Komentar