SAVIT, Saab Czech Efektif Dan Realistis

Caption Foto:  Ales Ostrovsky Project Manager Training and Simulation Business Area Dynamics Saab Czech saat uji coba sistem SAVIT, di Aero India 2017, Bengalore, India. (Antara)

 

PERBAKINSULUT – Saab Czech perusahaan sistem pertahanan dari Swedia memamerkan dan menguji coba Small Arms Virtual Indoor Trainer (SAVIT) sebuah sistem pelatihan menembak senjata api yang diklaim efektif dan realistis.

 

Di salah satu pojok paviliun ajang dua tahunan itu, gerai Saab bercat hitam legam. Di dalamnya terdapat layar besar yang menggambarkan papan-papan target tembakan. Di meja besar dalam gerai itu tergeletak tiga senjata replika berskala 1:1.

 

Misalnya senjata genggam replika skala penuh Glock 19 yang lengkap dengan magasin dan sistem pengaman yang unik. Di bagian larasnya, ada dua colokan untuk listik dan sebuah colokan untuk telepon genggam.

 

Selain itu, terdapat pula pemancar bluetooth untuk memancarkan data hasil tembakan seketika kepada sistem pengatur induk. Dengan pistol replika ini, penembak bisa bergerak sesuai keperluan skenario latihan.

 

Selain replika pistol Glock 19, juga ada replika submachine gun Heckler and Koch MP-5A5 beramunisi 9×19 milimeter serta senapan serbu Heckler and Koch 103.

 

Proses latihan, menurut silabus teknis SAVIT, dimulai dari pelatihan berbasis komputer secara elektronik (CBT e-learning). Atau jika diperlukan, bisa untuk melatih penembak-penembak jitu alias penembak runduk. Selain itu, sistem ini juga bisa untuk melatih kemampuan menembak grup taktikal penyerbu.

 

Saat uji coba dilaksanakan, skenario yang dijalankan adalah pembebasan sandera di suatu perang kota. Musuh dan sandera tampil tanpa bisa diduga, ada kalanya hanya musuh tanpa sandera, dan ada kalanya bersama sandera, atau sandera berlari sendiri.

 

“Semuanya sangat realistis, termasuk efek tendangan balik (recoil) yang timbul setiap peluru keluar dari laras. Jangan lagi soal audio dan efek “tendangan” dari sistem audio yang bisa ditimbulkan, serasa berada di dalam medan pertempuran sesungguhnya,” kata Ales Ostrovsky Project Manager Training and Simulation Business Area Dynamics Saab Czech, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (19/2/2017).

 

Ada ratusan skenario latihan yang bisa dilaksanakan, mulai dari latihan tembak statis (papan sasaran hanya diam atau multi sasaran), di hutan tundra, pada segala musim, di pegunungan, di pantai, hingga perkotaan atau situasi perang sesungguhnya, sampai pembebasan sandera di pesawat terbang, dan lain-lain.

 

Berdasarkan uji coba di lokasi itu, sistem SAVIT bisa digunakan hingga menyimulasikan latihan menembak dengan jarak 5.000 meter. Jarak sejauh itu sudah di luar jarak tembak senapan runduk kaliber 12,7 milimeter alias 0,5 inchi, tapi masih masuk dalam jarak tembak mortir 60-80 milimeter.

 

“SAVIT bisa melibatkan hingga dua peleton personel (39 x 2) yang berlatih, dengan berjenis-jenis senjata hingga mortir 60 milimeter dan 80 milimeter,” kata dia. Bahkan amunisi panggul anti tank sekelas Carl Gustav 84 milimeter atau FIM-92 Stinger.

 

Dengan begitu, latihan bertempur, menyergap, hingga pembebasan sandera dan pelolosan bisa dilakukan secara terpadu. Misalnya, pasukan utama yang bergerak memerlukan tembakan-tembakan perlindungan dari personel yang memakai Carl Gustav 84 milimeter atau RBS 70NG, maka secara mudah itu bisa dilakukan.

 

Sembari latihan dilakukan, pelatih bisa mencatat dan memberi penilaian capaian masing-masing personel di tingkat perorangan hingga peleton plus. Dengan angka-angka itu, maka kualitas dan profesionalitas personel bisa ditingkatkan.

 

Sistem SAVIT, kata Ales, dikembangkan dari Czech melalui satu perusahaan kecil setempat yang kemudian diakuisisi Saab dari Swedia. Itulah sebabnya semua produk dan sistem SAVIT ini berasal dari Saab Czech.

 

 

 

(Mic/ssn)





Admin01

Keep Silent, Keep Spirit, Be Cool, Be Nice, Do The Best For Success...!!

0 Komentar


Tulis Komentar